Dragon’s Dogma 2: Fantasi Brutal dengan Kebebasan Total

Dunia Fantasi yang Organik dan Berbahaya

Dragon’s Dogma 2 menghadirkan dunia open world yang terasa alami sekaligus mematikan. Tidak ada penunjuk arah berlebihan atau checklist padat; pemain didorong menjelajah dengan insting dan rasa ingin tahu. Gurun luas, hutan lebat, hingga kota berbenteng memiliki atmosfer berbeda dan sering kali menyimpan ancaman tak terduga. Perjalanan malam terasa jauh lebih berbahaya dibanding siang hari karena visibilitas rendah dan monster lebih agresif. Sistem perjalanan juga membatasi fast travel, membuat eksplorasi terasa berbobot dan penuh risiko. Setiap langkah di dunia ini bisa berujung pertempuran mendadak dengan makhluk raksasa. Pendekatan desain seperti ini menciptakan rasa petualangan klasik yang jarang ditemui di RPG modern, di mana rasa takut dan rasa penasaran berjalan berdampingan.

Sistem Pawn yang Unik dan Dinamis

Salah satu identitas kuat seri ini adalah sistem Pawn, dan Dragon’s Dogma 2 menyempurnakannya. Pemain menciptakan satu Pawn utama yang akan menemani sepanjang perjalanan, sementara dua Pawn tambahan bisa direkrut dari pemain lain secara online. Pawn belajar dari pengalaman, memberi saran taktis, dan bahkan mengingat lokasi penting. Mereka bukan sekadar NPC pendamping, tetapi bagian strategis dari tim. Interaksi antar Pawn juga terasa hidup dengan komentar situasional saat eksplorasi atau pertempuran. Sistem ini menciptakan sensasi bermain solo dengan nuansa kooperatif. Selain itu, variasi kelas membuat komposisi tim menjadi penting. Kombinasi Pawn jarak jauh dan jarak dekat bisa menentukan kemenangan dalam pertarungan besar. Sistem ini memberikan kedalaman strategis sekaligus identitas unik yang membedakan Dragon’s Dogma 2 dari RPG lain.

Combat Spektakuler Melawan Monster Raksasa

Pertarungan menjadi sorotan utama. Pemain bisa memanjat tubuh monster raksasa seperti griffin atau ogre untuk menyerang titik lemahnya. Sistem ini membuat setiap pertempuran terasa sinematik dan penuh adrenalin. Setiap kelas memiliki gaya bermain berbeda, dari petarung pedang berat hingga penyihir dengan sihir spektakuler. Animasi serangan terasa berbobot dan brutal. Tidak ada pertempuran yang benar-benar terasa sama karena AI musuh cukup adaptif. Strategi dan koordinasi dengan Pawn menjadi kunci. Beberapa pertarungan bisa berubah menjadi kekacauan epik yang memaksa pemain berpikir cepat. Combat di sini bukan sekadar menekan tombol, tetapi tentang membaca situasi dan memanfaatkan momentum.

Sistem Kelas Fleksibel dan Build Mendalam

Dragon’s Dogma 2 menawarkan berbagai vocation atau kelas yang bisa diganti sesuai preferensi. Setiap vocation memiliki skill unik dan gaya bertarung khas. Pemain bebas bereksperimen untuk menemukan kombinasi paling cocok. Sistem RAJA99 ini memberi replay value tinggi karena pengalaman bermain bisa terasa sangat berbeda tergantung build. Beberapa kelas berfokus pada kekuatan fisik brutal, sementara lainnya mengandalkan sihir atau mobilitas tinggi. Perubahan vocation tidak terasa dangkal karena masing-masing memiliki identitas kuat. Fleksibilitas ini membuat pemain tidak terkunci pada satu gaya saja, memberi kebebasan eksplorasi mekanik yang luas sepanjang permainan.

Ambisi Besar dari Capcom

Dikembangkan oleh Capcom, Dragon’s Dogma 2 menunjukkan ambisi besar dalam menghadirkan RPG fantasi modern dengan filosofi klasik. Game ini tidak selalu memanjakan pemain, justru sering kali menantang dan menghukum kesalahan. Namun di situlah daya tariknya. Ia terasa seperti dunia yang tidak peduli pada pemain, sehingga setiap kemenangan terasa lebih memuaskan. Pendekatan desain ini mungkin tidak cocok untuk semua orang, tetapi bagi pecinta RPG hardcore, game ini menawarkan pengalaman yang langka dan berani. Dragon’s Dogma 2 adalah pernyataan bahwa fantasi gelap dan eksplorasi bebas masih punya tempat kuat di industri game saat ini.